Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) melalui Direktorat Sosialisasi dan Komunikasi menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila “Pancasila sebagai Ideologi Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Raya” yang berlangsung di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, (24/01/2025).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BPIP Yudian Wahyudi, Sekretaris Utama BPIP Tonny Agung Arifianto, serta Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso. Dari unsur perguruan tinggi, hadir Ketua Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Surabaya J. Subekti, Wakil Rektor III Sumiati, Wakil Rektor II Supangat, para dosen, tamu undangan, serta narasumber.
Sosialisasi ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dari berbagai fakultas. Para peserta tampak antusias dan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang membahas penguatan Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa di tengah tantangan zaman.
Wakil Rektor III Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Sumiati menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi sivitas akademika Untag Surabaya. Menurutnya, kerja sama yang terjalin dengan BPIP menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam menjaga dan merawat ideologi bangsa.
“Perguruan tinggi bukan hanya tempat transfer pengetahuan, tetapi juga menjadi benteng utama dalam menjaga ideologi bangsa. Tantangan kebangsaan saat ini semakin kompleks, mulai dari derasnya arus globalisasi, disrupsi teknologi, hingga lunturnya semangat gotong royong dan maraknya penyebaran hoaks. Pancasila harus hadir sebagai ideologi yang hidup dan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP Prakoso menegaskan bahwa pembinaan ideologi Pancasila bukanlah kegiatan seremonial semata, melainkan upaya berkelanjutan untuk memperkuat fondasi ideologi bangsa.
“BPIP mengajak seluruh elemen kampus, khususnya sivitas akademika, untuk menjadi mitra strategis dalam menjaga, merawat, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Surabaya J. Subekti menuturkan bahwa meskipun Untag Surabaya merupakan kampus yang relatif kecil, namun memiliki cita-cita dan keberanian besar untuk terus membentengi Pancasila sebagai ideologi negara.
“Kami memiliki komitmen kuat untuk menjadikan Pancasila sebagai napas dalam seluruh aktivitas akademik dan kehidupan kampus,” ungkapnya.
Dalam arahannya, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menekankan bahwa Pancasila merupakan kekuatan pemersatu bangsa Indonesia yang majemuk. Melalui Pancasila, perbedaan tidak menjadi sumber konflik, melainkan kekuatan kolektif untuk membangun bangsa.
“Perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis. Kampus bukan hanya pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter, etika, dan kesadaran kebangsaan. Di sinilah nilai-nilai Pancasila harus ditanamkan dan dihidupkan,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, BPIP berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan dengan perguruan tinggi dalam membumikan nilai-nilai Pancasila, sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai penjaga ideologi bangsa menuju Indonesia Raya. (Humas BPIP)